Merebut Tahta Mahkota Juara 1 Lomba Menulis

20 Jul 2012

Assalammualaikum wr. wb.
Apa kabarnya hari ini kawan ?. Semoga baik-baik saja ya..

Tulisan ini berangkat dari rasa ingin berbagi, juga permintaan dari rekan-rekan blogger untuk mempublikasikan via blog mengenai judul diatas.

da3b0fa85decaae2a251432791a8cb2d_mahkotaLangsung saja ya ke inti tulisanku kali ini mengenai judul pada artikel diatas yaitu merebut tahta mahkota juara 1 lomba menulis. Mungkin agak sedikit norak + berlebihan (lebay) judulnya bukan ?. hehe.. Tapi jujur, aku menghindari judul dengan kata Tips dan Trik juara lomba menulis 1, atau kata-kata sejenisnya. Karena aku merasa kata-kata itu terkesan mengajari, padahal sejujurnya aku merasa belum pantas untuk membagikan tulisan ini. Ini menurutku lho.. hehe.. Takutnya tulisan ini akan menggiring orang untuk melakukan hal yang sama denganku, padahal itu pun belum tentu benar. Meskipun belum tentu benar, tulisanku ini mewakili cara atau langkah-langkah apa saja yang aku ambil dan bagaimana strategi berperang yang aku terapkan untuk memenangi lomba menulis. Jika ada kalimat yang benar dari tulisan ini dan berkenan di hati kawan, maka ambil lah untuk pembelajaran. Jika ada kalimat yang tidak benar dari tulisan ini, mohon diabaikan karena itu murni kesalahanku sebagai penulis. Berikut dibawah ini tercantum langkah-langkah yang aku lakukan ketika mengikuti lomba menulis blog :

1. Meluruskan Niat dan Tujuan Menulis Lomba Blog Yang Diikuti

Tetapkan dan yakinkan dalam hati bahwa berbagi dan memberikan inspirasi serta manfaat kepada pembaca blog kita adalah hal yang paling utama. Dengan niat baik itu, Insya ALLAH tulisan kawan akan diridhai oleh ALLAH swt dan bisa menghadirkan manfaat kepada pembaca blog kita. Aku tidak menutup mata bahwa tujuan mengikuti lomba menulis pasti didasari tergiur karena hadiah lomba menulis blog. Sejujurnya benar itu kuakui. Namun, aku selalu memberikan ruang sempit untuk itu, dan memberikan ruang yang sangat luas untuk niat ingin berbagi kepada pembaca blogku agar tulisanku bisa bermanfaat meskipun itu sekecil debu sekalipun. Intinya yang terpenting, ada manfaat yang dapat diambil oleh pembaca blogku.

2. Jangan Keseringan Menunda Untuk Menulis

Menunda menulis bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Sebut saja contohnya seperti : Tidak ada ide menulis, tidak punya waktu luang, malas, dan sampai menjadi minder ketika membaca artikel peserta blogger lainnya yang diikut-sertakan ke dalam lomba menulis blog. Dan kita menilai bahwa salah satu artikel peserta blogger sudah sangat baik sehingga kita seolah seperti menyerah sebelum berperang. Dan pada akhirnya kita menulis menjadi asal-asalan, dalam artian tidak maksimal tapi menginginkan untuk menjadi Juara. Hal yang tidak akan mungkin terjadi.
Tidak ada saran yang paling tepat selain tetap semangat dan pantang menyerah. Dan kemudian jadikan artikel peserta yang sudah bagus itu untuk bahan tulisanmu. Tapi tetap memperhatikan aturan main agar tulisan kita tidak menjadi plagiat. Dan mulai lah menulis sekarang. Tidak mengapa tulisan kawan buruk dan tidak menarik pada awalnya. Toh, di kemudian hari atau beberapa jam mendatang, kawan bisa membangun dan merevisi tulisan yang telah kawan buat agar menjadi baik dan semenarik mungkin bukan ?.

3. Pahami Tema dan Aturan Terkait Lomba Menulis Blog Yang Diikuti

Mengerti dan memahami tema dan juga semua aturan yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara lomba menulis blog adalah langkah pertama yang harus kita perhatikan sebelum menulis. Karena dengan itu kita terhindar dari kesalahan dalam menulis.
Ibarat contoh : Ibu menyuruh kita membeli minyak kayu putih untuk adik sebagai penghangat tubuhnya. Sementara kita malah membeli minyak tawon yang dimana berkhasiat untuk mengobati bengkak kulit yang membiru. Nah, itu kan tidak nyambung, meskipun sama-sama minyak. Karena minyak kayu putih dan minyak tawon jelas berbeda bukan khasiatnya ?. Ini jika diibaratkan. Mengerti kan kawan ?. Kalau tidak mengerti, sebenarnya aku pun juga tidak mengerti dengan tulisanku yang diatas. Hahaha hanya becanda. Kita bawa santai dalam mencerna tulisan-tulisanku kali ini ya.. ?. Intinya sih, pahami syarat dan ketentuan lomba agar apa yang kita tulis sesuai tepat sasaran alias jitu.

4. Copy Paste Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Blog Yang Diikuti

Hal yang kedua aku lakukan, aku biasa untuk meng-copy semua syarat dan ketentuan lomba di word, tempat dimana aku menulis. Dan biasanya semua syarat dan ketentuan itu aku tempatkan paling atas halaman word, di-bold dan di-italic. Hal ini berguna sebagai patokan agar aku tidak melenceng kemana-mana ketika menulis. Dan sesekali setiap menulis aku selalu menyempatkan scroll halaman keatas untuk membandingkan apakah tulisanku sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan lomba atau tidak.
Kenapa di-bold dan di-italic ?. Karena sesuai pengalaman, jika tidak seperti itu. Semua syarat dan ketentuan itu malah masuk ke dalam artikel lomba, dan cilakanya lagi sempat di-publish. Beruntung hari esoknya, aku review lagi tulisanku yang telah di-publish itu dan menyadari ada yang tidak beres dengan artikelku. Dan kemudian bergerak cepat dan menghapus semua itu. Jadi jika kawan mengikuti langkahku yang keempat ini, jangan sampai mengalami hal yang sama sepertiku ya kawan. : )

5. Baca, Baca dan Baca

Semua blogger yang mengikuti lomba menulis pasti pernah mengalami stuck, alias pikiran buntu ketika awal-awal menulis. Adakah ini yang dialami oleh kawan ?. Sejujurnya aku juga seringkali begitu, dan tak tahu apa yang harus aku tulis meskipun aku sudah memahami tema lomba. Solusi jitunya, buka daftar peserta dan pelajari apa yang mereka tulis. Biasanya pihak penyelenggara lomba menempatkan link daftar peserta sementara di website-nya, meskipun ada juga yang tidak. Jika begitu, tidak perlu khawatir. Buka halaman google dan cari artikel tulisan sesuai dengan tema lomba. Dapat dipastikan yang muncul di halaman pertama google pasti review dari para blogger mengenai artikel yang mereka lombakan. Setelah menemukan artikel.. maka baca, baca, dan baca. Kalau bisa membaca sampai dengan 20-30 artikel atau lebih. Ini jika memungkinkan, dalam artian itu tergantung kawan apakah mempunyai waktu luang untuk menyempatkan diri untuk membaca kesemua artikel itu atau tidak. Karena dengan membaca sedemikian banyak, kawan akan menjadi merasa seperti juri dan dapat menentukan artikel mana yang mempunyai kelebihan yang paling banyak dengan kekurangan yang paling sedikit. Biasanya setelah membaca artikel sedemikian banyak itu, dan mengetahui kelebihan dan kekurangan tulisan peserta lainnya. Maka hal itu bisa dijadikan modal untuk menulis, dan dapat dipastikan akan terasa mudah untuk menulis di-awal paragraf.

6. Belajar Dari Kekalahan dan Kemenangan Sendiri dan Kemenangan Orang Lain

Ketika tulisanku tidak menjadi Juara, aku selalu menyempatkan diri membaca review dari peserta lomba blog lain yang juara. Hal ini berdasarkan keingin-tahuanku apa sih kelebihan-kelebihan artikel peserta blogger lain sehingga mereka dinobatkan jadi juara oleh pihak juri. Dan apa kekurangan artikel tulisanku sehingga tulisanku belum layak menjadi juara ?. Aku selalu menanamkan prinsip demikian. Karena dengan menerapkan hal itu maka aku akan menjadi kaya ketika merangkai kata demi kata pada lomba menulis blog yang lainnya. Sehingga dari waktu ke waktu tulisanku menjadi baik, dan lebih baik lagi. Jujur dari banyak lomba menulis blog yang aku ikuti, aku tidak selalu terus-terusan menjadi juara. Dan kekalahan sering aku alami. Jika dirata-rata ikut menulis 25 lomba, mungkin hanya 5 yang jadi juara. Itupun tidak selalu menjadi juara 1, adakalanya juara 2, 3, dan ke-sekian. Jika aku menang lomba menulis blog pun, aku selalu menyempatkan waktu untuk membaca artikel peserta yang jadi juara lainnya. Kenapa artikel disebut dipilih juri menjadi juara 2, 3, dan juara yang kesekian dan mendapatkan hadiah hiburan. Ini jika diasumsikan aku menjadi juara 1. Dan begitu sebaliknya. Poin 6 ini berkorelasi dengan poin 5 diatas. Baca, baca, dan baca adalah faktor kunci sukses dan yang paling utama untuk dapat memenangkan lomba menulis blog.

7. Menggunakan Style (gaya) Bahasa Menulismu

Jangan pernah sekalipun merubah inti gaya bahasa dalam menulismu. Contohnya seperti ini : Jadi misalkan ada lomba menulis blog dengan tema serius. Mau tak mau, kawan harus mengikutinya bukan ?. Ini jika diasumsikan, style bahasa kawan menggunakan bahasa sehari-hari seperti halnya Raditya Dika (pengarang buku novel Kambing Jantan). Saranku, tetap ikuti tema yang mengharuskan untuk memilih kata untuk menjadi kalimat yang serius. Namun, tetap tidak meninggalkan style bahasa menulismu, karena itu adalah identitas DNA dirimu. Ya, itu identitas DNA style bahasa menulismu. Dan bisa jadi, pihak Juri lebih tertarik dengan style bahasa menulismu. Karena biasanya, semua peserta blogger akan menerapkan tulisan yang sama, yang cenderung serius. Nah, jadi style bahasa menulismu itu bisa jadi letak perbedaan antara tulisanmu dengan tulisan peserta blogger lainnya. Itu sudah menjadi poin plus di mata juri lho. Meskipun aku belum pernah menjadi juri. Hehe.. hanya sekedar saran. Dan jika bisa, tuangkan pengalaman pribadi yang pernah kawan alami ke dalam tulisan. Karena kawan akan mendapatkan feel (rasanya), sehingga menulis akan seperti berbicara. Lancar jaya.

8. Gunakan Prinsip Inggris

5 W dan 1 H harus ada di tulisanmu. Jika 1 saja tidak ada, maka tulisanmu jadi tidak lengkap dan menarik. 5 W dan 1 H itu adalah : What, Who, Where, When, Why dan How. Ini juga konsep jurnalistik yang baik lho !

9. Berpikir berbeda (Think Different)

Dalam artian disini, kawan harus mau berpikir berbeda dengan peserta blogger lain. Biasanya nih ya, peserta lain menuliskan review secara konvensional (biasa), dalam kata lainnya hampir semua peserta lomba blog menuliskan hal (isi) yang sama. Jika diibaratkan seperti ini : Jika kebanyakkan orang ke Semarang naik kendaraan pribadi (mobil), naik kereta api, bahkan naik pesawat yang cepat sampai. Maka kawan harus berbeda, harus mau naik sepeda ke Semarang, bahkan jalan kaki sekalipun. Gempor-gempor deh tuh kaki :p.. becanda. Hahaa
Garis besarnya, ciptakan sesuatu yang beda dari tulisan kawan dengan peserta blogger lainnya. Meskipun menciptakan hal yang beda itu sering memakan waktu yang cukup banyak, dan menguras pikiran. Ibarat kata orang bijak : Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Karena dengan hal yang berbeda itu maka tulisanmu akan lebih berwarna. Jika ibarat warna pelangi, maka tulisan kawan mempunyai kesemua warna pelangi. Indah bukan ?.

10. Menjaring Komentar

Ada suatu penilaian yang dilakukan oleh juri dalam menilai tulisan artikel peserta, yaitu komentar dari pembaca. Karena dengan respon yang diberikan pembaca menjadi bukti bahwa tulisan kawan mampu memperkenalkan sponsor atau membawa kampanye mengenai tema lomba kepada para pembaca. Punya akun facebook dan twitter kan ?. Bagikan tulisanmu di social media tersebut, karena bisa jadi teman-teman kawan yang akan memperkaya komentar pada tulisanmu.

11. Selalu Rutin Beramal dan Bersedekah

Jika dipikir dengan logika, beramal dan bersedekah tidak akan ada hubungannya dengan menulis. Namun jika kita percaya bahwa ALLAH swt itu ada, sambil melakukan semua perintah-Nya, salah satunya dengan beramal dan bersedekah kepada orang-orang yang tidak mampu. Maka, keajaiban yang tidak mampu dipikir dengan akal sehat akan hadir padamu. Bisa jadi, setelah kawan melakukan amal dan sedekah secara rutin, maka ALLAH swt akan membukakan pintu rezeki seluas-luasnya bahkan tidak satupun pintu rezeki yang tertutup. Subhanallah..
Ada ayat AL-Quran yang berbunyi seperti ini :
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Alquran SurahAl Baqarah> Ayat245

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.( Alquran > SurahAl Baqarah> Ayat195)

Jadi jelas, beramal dan bersedekah membawa rezeki untuk kita sampai berkali-kali lipat !.

12. Berdoa

Berdoa dan berdzikir lah, dan lakukan shalat tahajud. Minta lah kepada ALLAH swt bahwa kita menginginkan hadiah lomba itu untuk apa (sesuai dengan keinginan kita). Katakanlah yang sejujurnya, jadikanlah ALLAH swt sebagai teman keluh kesahmu dalam menghadapi masalah hidup. Niscaya jika ALLAH swt berkenan, maka do’amu akan dikabulkan sehingga kawan pun dapat memenangkan hadiah lomba menulis, dan Insya ALLAH menjadi juara 1. Amin… :)

13. Berpikir Optimis Realistis

H (min) sekian sampai h - 1 tetap optimis bahwa tulisan kawan mampu memenangkan lomba. Karena ALLAH swt suka orang-orang yang bersikap optimis. Lalu ketika hari pengumumannya, jadikanlah rasa optimismu itu menjadi kepasrahan kepada ALLAH swt. Dan berdoa lah kepada-Nya :
Jika memang ini rezekiku, maka dekatkanlah Ya ALLAH. Dan jika memang bukan rezekiku, maka jauhkanlah. Tabahkan dan kuatkan hatiku agar aku kuat dan tak kecewa bahkan hancur jikalau aku mendapati kekalahan. Tanpa disadari kita akan mampu berpikir realistis ketika hari pengumuman tiba. Dan bisa jadi karena berpikir realistis sambil diselingi dengan kepasrahan kepada ALLAH swt. Tulisanmu bisa jadi akan menjadi pemenang lomba tanpa kawan kira sebelumnya. Itulah keajaiban yang takkan disangka-sangka. Nikmat dan Anugerah ALLAH swt memang besar.

14. Percaya diri

Ya, percaya diri dan yakin dengan kemampuan diri sendiri bisa jadi akan menjadi obat doping pemicu semangat agar bisa menciptakan tulisan yang hebat luar biasa dan mampu merebut tahta mahkota Juara 1 lomba menulis. Jadi, abaikan perasaan minder karena sehabis membaca artikel tulisan peserta lainnya yang terhitung sangat bagus. Jika mereka bisa, aku yakin kawan pun pasti bisa.

Kesimpulan Serta Penutup

Usaha yang giat serta diselingi dengan niat yang baik, niscaya hasilnya pun akan baik juga. Ibarat kata orang bijak Siapa yang menanam kebaikan, ia akan menuai yang baik pula. Dan ingat, latih lah secara rutin style bahasa tulisanmu agar menjadi baik lagi dari waktu ke waktu. Karena bisa jadi, suatu saat kawan menerbitkan sebuah buku novel. Ah impianku yang belum terlaksana #mendadakcurhat hahaa..

Dan ketika dinobatkan menjadi juara lomba menulis. Selalu tekankan dalam hati bahwa diatas langit masih ada langit. Hal ini berguna untuk menekan kesombonganmu yang dibisikkan oleh setan. Semua orang mempunyai sikap sombong, namun semua orang juga punya obat untuk menetralisir kesombongan itu. Yaitu tetap rendah hati, dan mau belajar dari blogger atau penulis lain. Toh, itu bisa membuatmu menjadi penulis handal dalam bukan ?.

Dan jangan lupa, setelah memenangkan lomba, utamakan untuk selalu beramal dan bersedekah sesuai takaran 2.5% dari nilai hadiah yang kawan dapatkan. Tetapi alangkah lebih bagusnya, jika bisa lebih dari 2.5%. Karena semakin banyak bersedekah, rezeki di hari kemudian akan dilipat-gandakan oleh ALLAH swt. Beramal dan bersedekah tidak akan pernah membuat kawan jatuh miskin, tetapi sebaliknya.

Demikian yang bisa aku bagikan kepada kawan semua yang membaca artikel tulisanku ini. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi kawan semua untuk bisa memenangkan lomba menulis seperti yang telah kualami beberapa waktu yang lalu. Dari mulai menjadi juara 5 besar lomba review Sotoji dan mendapatkan Gadget Android. Memenangkan lomba menulis Blog competition TBI dan mendapatkan merchandise. Menjadi juara 1 dari mereview Tablet PC Realpad Bunaken dan Toba dan mendapatkan uang cash. Mendapatkan buku plus voucher dari ikut lomba blogger kartinian. Sampai menjadi juara 1 dan memenangkan lomba Susu halal yang berhadiah sepeda motor yang diselenggarakan oleh Blogdetik, MUI, dan Frisian Flag. Dan yang paling baru menjadi juara 2 (runner-up) lomba review Indonesia Car Lifestyle Award dan mendapatkan uang cash.

Yang aku harapkan dari tulisanku diatas, dan menceritakan apa yang aku dapatkan dari lomba menulis. Aku harap kesemua itu bisa memacu semangat kawan untuk terus berkarya dalam menulis. Jika belum menang, yakinkan dalam hati bahwa suatu saat kawan akan mendapatkan giliran untuk memenangkan lomba dan menjadi juara 1. Dan yakinkan dalam hati bahwa itu memang bukan rezeki kawan. Sabar adalah salah satu kunci menghadapi kekalahan. Jadi, tunggu apalagi ?. Mulai lah berperang dan menerapkan strategi yang telah aku bagikan untuk memenangkan lomba menulis blog.

Ada saran lainnya untuk dapat memenangkan lomba menulis, namun belum aku sebutkan pada kalimat diatas ?. Mari berbagi pengalamanmu memenangkan lomba menulis, atau hanya sekedar saran untuk dapat memenangkan lomba menulis. Beri komentarmu dibawah ya Kawan ?. :)

Selamat berjuang kawan
Salam, Bowosoedadi (Agung Prabowo)

Sumber gambar : http://safira-fitriani.blogspot.com/2012/01/kehormatan-wanita.html


TAGS Merebut Tahta Mahkota Juara 1 Lomba Menulis Cara menjadi juara lomba menulis


-

Author

Follow Me