Istighfar dan Selalu Mengingat Berpuasa

11 Jul 2014

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Ketika Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dirantailah syetan-syetan. (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 1899, dan Muslim n0. 1079).

Jika memang syetan dibelenggu, mengapa kita masih bisa menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadhan ?. Seharusnya hal itu tidak terjadi bukan ?. Dan semestinya yang terjadi adalah semua orang akan hidup damai berdampingan. Tanpa amarah dan cekcok pertengkaran. Tanpa kebohongan. Tanpa fitnah. Tanpa intimidasi dan ancaman. Tanpa kejahatan pada sesama. Dan lain sebagainya.

Tidak perlu jauh-jauh melihat keburukan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh orang lain. Terkadang diri kita sendiri pun terpancing untuk melakukan perbuatan dosa. Dalam kata lain, segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Seperti tak mampu menahan emosi, berbuat bohong, melakukan fitnah untuk menguntungkan diri sendiri, membicarakan keburukan orang lain, dan lainnya.

Ketika Ramadhan datang, syetan memang dibelenggu. Namun tak semua golongan syetan dibelenggu. Hal itu ditegaskan oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rahimahullahu yang berkata bahwa: “yang dibelenggu adalah syetan dari kalangan Jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula dengan jiwa yang memerintahkan pada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek, dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat.

Berpuasa di bulan Ramadhan, sejatinya tidak menahan lapar dan dahaga saja. Termasuk juga emosi yang harus dikontrol dan dijaga. Kesabaran yang harus terus dipupuk sedemikian rupa. Berperilaku jujur, dan tidak melakukan fitnah atau membicarakan keburukan orang lain. Dan hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. Memang rasanya sulit. Terlebih lagi bagi orang-orang yang aktivitas setiap paginya sudah harus bekerja.

Aku merasakan sendiri betapa sulitnya menjaga kesabaran ketika bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Hampir saja emosiku terpancing manakala banyaknya tekanan yang datang silih berganti. Namun ada juga dimana hari ketika aku tak mampu menahan kesabaran lagi.

Posisiku terbilang sebagai ujung tombak di kantor yang berhubungan langsung dengan banyak rekan kerja di banyak posisi. Seperti Finance, Administrasi, Data Entry, Credit Analyst, Credit Marketing Officer (CMO), Credit Marketing Officer Head, Marketing, Administration Head, dan Operation Head. Meskipun rekan kerjaku yang posisinya sama denganku ada dua orang lagi. Namun rasanya kami cukup kewalahan menghadapi semua tekanan tersebut.

Contohnya saja ketika awal pagi, tekanan itu akan datang dari atasanku. Setiap pagi seperti biasa, atasanku akan meminta untuk dibuat secepatnya rekap penjualan hari kemarin. Tampaknya memang terlihat mudah karena jumlah kami bertiga, dan salah satu dari kami bisa melakukannya. Sementara dua lainnya mengerjakan rutinitas kerja harian lainnya.

Namun hal itu jadi lain cerita. Ketika atasanku meminta rekap penjualan hari kemarin, bersamaan dengan itu banyak rekan kerjaku lainnya seperti Credit Marketing Officer dan Marketing menghampiri meja kami. Jumlahnya tidak hanya satu. Tapi berpuluh yang datang silih berganti. Dan ada juga yang datang langsung bergerombol.

Setiap pagi seperti biasa, rekan kerjaku seperti Credit Marketing Officer memang akan datang menghampiri meja kami. Mereka biasanya sibuk bertanya mengenai map penjualan yang berisi data nasabah yang melakukan kredit pembelian kendaraan bermotor dengan mereka. Seperti berapa jumlah map nasabah yang telah aku input di sistem internal perusahaan. Apakah ada map nasabah yang bermasalah, dan akhirnya tertunda untuk diinput, sehingga hal itu dapat mengancam penghasilan mereka di akhir bulan berupa insentif.

Dan di waktu yang sama, orang-orang Marketing juga akan mengerumuni meja kami. Belum selesai rekap penjualan hari kemarin selesai dibuat, belum selesai semua tanya dari Credit Marketing Officer terjawab, belum lagi dering telepon dari orang-orang Data Entry dan Credit Analyst habis berbunyi. Belum lagi Credit Marketing Officer Head yang sesekali datang dan bertanya mengenai penjualan bawahan (anak buah) mereka.

Orang-orang Marketing datang sambil membawa map, dan meminta untuk diinput secepatnya dan disahkan oleh kami dengan alasan bahwa nasabah yang mengajukan peminjaman atau kredit sudah mengantri dan menunggu lama di beranda depan perusahaan. Memang jika tidak diinput secepatnya dan nasabah menunggu terlalu lama. Biasanya akan ada nasabah yang mengurungkan niatnya melakukan peminjaman atau kredit. Sehingga hal itu nantinya berdampak pada target penjualan perusahaan yang tidak tercapai di akhir bulan. Dan akhirnya aku (kami) juga yang akan dikritik oleh Operation Head karena tidak mampu mencapai target penjualan perusahaan.

Bersikap sabar di bulan Ramadhan memang cukup sulit. Terlebih lagi jika rutinitas setiap pagi kita adalah bekerja. Terkadang di jalan saja kita sudah dibuat senewen dengan kemacetan, atau pengendara kendaraan yang ugal-ugalan. Belum lagi apa yang akan kita hadapi di tempat kita bekerja. Jika tidak selalu beristighfar dan mengingat berpuasa. Mungkin kita akan berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga saja, serta tidak mendapatkan pahala seperti yang dijanjikan oleh ALLAH swt.

Sejatinya kunci lancar dalam berpuasa adalah beristighfar dan selalu mengingat bahwa kita dalam kondisi berpuasa, dan takut jika puasa kita batal. Karena dengan itu, setiap emosi akan terkontrol dan terjaga. Tidak mudah untuk marah. Setiap kebiasaan buruk yang mengakibatkan batalnya berpuasa akan terbatasi. Begitu juga dengan hati dan lisan yang selalu berusaha untuk jujur.

Semoga kita menjadi insan yang bertakwa di hadapan ALLAH swt. Amin Ya Rabbal Alamin…


TAGS ngaBLOGburit Godaan Puasa Ramadan Ramadhan blogdetik


-

Author

Follow Me