• 19

    Jan

    GELAP

    Kebanyakan dari kita butuh gelap atau temaram untuk tidur, seperti halnya Ibuku. Ia kerap protes kepadaku jika lampu ruangan yang sebagai tempat tidurnya tiba-tiba dinyalakan, padahal sebelumnya ia sudah memadamkannya. Ibuku beralasan kalau ia tidak bisa tidur jika lampu bohlam 25 watt itu masih menyala karena sinarnya terlalu pijar menembus kedua matanya. Ruangan tidurnya sederhana, gelar karpet bertumpuk maka jadilah. Ruang tamu itu, ya.. tempat tidurnya. Tiada bangku, tiada kursi, tiada sofa, tiada meja, tiada furniture lainnya, alias hanya loss saja. Terkadang aku tak sengaja merecoki tidurnya karena ada sesuatu hal yang ingin aku lakukan atau yang ingin aku ambil dan itu harus melewati ruangan tamu, dan juga harus menyalakan lampu untuk menerangi mata dan langkahku, dan dari hal itu
  • 14

    Jan

    Jika sore tiba

    Semakin melangkah jauh meninggalkan memorabilia dulu, dan menghirup napas di zaman ini. Tidakkah kawan rindu akan sesuatu hal saat dulu ?. Aku ?. Aku seolah rindu berat dengan masa kecilku dulu. Saat dimana alam menjadi bagian dari permainan, saat dimana alam tidak hanya bagian, tetapi juga menjadi teman sepermainan, saat dimana alam masih bersahabat dengan tuannya (manusia), saat dimana alam belum mengeluarkan wujud aslinya, dan saat dimana alam tersenyum bahwa tuannya begitu mencintainya. Sesungguhnya dengan kita bersama alam, kita akan menemukan ilmu yang akan menjadikan diri ini-saat kecil dulu menjadi lebih baik dalam bersikap saat kita beranjak dewasa nanti lewat permainan tradisional yang melibatkan alam. Dengan menjaga dan memahami seperti apa alam kita. Kita pun takkan terjebak
-

Author

Follow Me